Sunday, March 23, 2003

Message Sahabatku

malam itu aku nggak tau mengapa begitu dingin, kusaksikan ragaku yang telentang kelelahan, dengan peluh yang terbendung, namun kudengar jiwaku menjerit, sangat keras, hingga ngeri rasanya untuk mengulangnya lagi. aku merintih dan mengadu pada-Nya. dan terbisik olehku bahwa agar aku tidak khawatir karena DIA akan menjaga jiwaku dan yang ada dijiwaku.
======================
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dankau panen dengan penuh rasa terima kasih.Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.Karena kau menghampirinya saat hati lapa danmencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiadatakut membisikkan kata "tidak" di kalbumu sendiri, puntiada kau menyembunyikan kata "ya".Dan bilamana ia diam, hatimu tiada 'kan henti mencobamerangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata,dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat,dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yangutuh, pun tiada terkirakan.Di kala berpisah dengan sahabat, janganlahberdukacita;Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkinlebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuahgunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agungdaripada tanah ngarai dataran.Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali salingmemperkaya ruh kejiwaan.Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luarjangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuahjala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiadadiharapkan.Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah diamengenal pula musim pasangmu.Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasamencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuhwaktu?Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukanmengisi kekosonganmu.Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawaria berbagi kebahagiaan.Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hatimanusia menemukan fajar jati dan gairah segarkehidupan.
============
KAHLIL GIBRAN

No comments: